Resistensi osimertinib: apa yang diperiksa bila terapi target berhenti bekerja
Resistensi osimertinib berarti tumor mulai tumbuh kembali meski osimertinib, penghambat EGFR generasi ketiga, masih diberikan. Halaman ini menjelaskan mekanisme yang biasanya dipertimbangkan dokter, pemeriksaan ulang yang diperlukan, dan mengapa hasilnya menentukan pilihan yang layak dibahas.
Untuk: Pasien kanker paru dengan perubahan EGFR yang terapi targetnya mulai tidak lagi bekerja
Status tinjauan medis
Apa arti resistensi osimertinib
Resistensi berarti tumor mulai tumbuh kembali walaupun osimertinib, penghambat EGFR generasi ketiga, masih diminum sesuai anjuran. Ini berbeda dari efek samping obat, dan berbeda dari hasil pemeriksaan yang belum jelas.
Resistensi tidak berarti semua pilihan terapi target sudah habis. Yang berubah adalah alasan di balik pertumbuhan tumor, sehingga langkah berikutnya bergantung pada mekanisme yang ditemukan.
Kondisi ini adalah situasi yang biasa dihadapi pada kanker paru non-sel-kecil dengan perubahan EGFR, dan biasanya dibahas dalam kerangka situasi keputusan kanker-paru-progresi-setelah-terapi-target.
Mekanisme yang biasanya dipertimbangkan
Tumor dapat mencari jalan pertumbuhan baru. Beberapa mekanisme berikut yang paling sering dibahas, dan satu tumor bisa memiliki lebih dari satu mekanisme sekaligus.
- Perubahan kedua pada gen EGFR, misalnya mutasi C797S (slug molekuler egfr-c797s), yang mengubah titik tempat obat menempel pada protein EGFR.
- Amplifikasi MET (slug molekuler met-amplification), yaitu bertambahnya jumlah salinan gen MET sehingga sinyal pertumbuhan berjalan melalui jalur lain.
- Transformasi histologi, misalnya tumor berubah menjadi kanker paru sel kecil sehingga lebih menyerupai jenis kanker yang berbeda.
- Pengaktifan jalur sinyal pengganti atau bypass, misalnya melalui perubahan pada gen lain yang menghidupkan kembali jalur pertumbuhan.
Apa yang biasanya diperiksa ulang
Karena mekanisme resistensi tidak dapat dipastikan dari kondisi awal, pemeriksaan ulang molekuler biasanya dipertimbangkan, dan pilihannya adalah jaringan atau darah.
Biopsi jaringan ulang mengambil sampel langsung dari tumor. Cara ini dapat menilai sekaligus gambaran histologi, sehingga perubahan jenis sel seperti transformasi sel kecil hanya dapat dikenali dari jaringan.
Biopsi cair mencari materi tumor di dalam darah. Cara ini lebih mudah diulang dan dapat menggambarkan tumor dari beberapa lokasi, tetapi kadang tidak menemukan cukup materi bila tumor melepas sedikit DNA ke darah.
Sekuensing generasi berikutnya atau NGS (slug diagnostik ngs) memungkinkan pemeriksaan banyak gen dari satu sampel, sehingga perubahan seperti C797S dan amplifikasi MET dapat dinilai dalam satu laporan.
Mengapa mekanisme menentukan pilihan
Dua pasien dengan kanker paru EGFR yang sama-sama mengalami progresi bisa memiliki mekanisme berbeda, sehingga pilihan yang layak dibahas juga berbeda.
Bila ditemukan perubahan seperti C797S, pembahasan biasanya mengarah pada strategi penghambat EGFR berikutnya atau kombinasi. Bila ditemukan amplifikasi MET, pembahasan biasanya mengarah pada penambahan penghambat MET. Bila ditemukan transformasi sel kecil, pilihan yang dibahas biasanya mengikuti pola terapi kanker paru sel kecil.
Inilah alasan hasil pemeriksaan ulang lebih berguna daripada menebak, dan alasan kategori terapi-target tetap menjadi kerangka bahasan utama sebelum berpindah ke kategori lain seperti kemoterapi atau imunoterapi.
Yang perlu dibawa ke diskusi
Datang dengan berkas yang lengkap mempersingkat waktu yang dibutuhkan tim untuk menilai ulang kasus Anda.
- Laporan patologi awal beserta jenis histologinya.
- Laporan molekuler yang menemukan perubahan EGFR, termasuk metode pemeriksaannya.
- Riwayat terapi, tanggal mulai, dan seberapa baik tumor merespons.
- Hasil pencitraan terbaru yang menunjukkan lokasi pertumbuhan kembali.
- Hasil biopsi jaringan atau biopsi cair terbaru, bila sudah ada.
- Daftar pertanyaan yang ingin dijawab, terutama pemeriksaan apa yang perlu dilakukan dan pilihan apa yang tersedia berdasarkan hasilnya.
Langkah berikutnya
Bila Anda memiliki laporan medis, susun ringkasan kasus agar dokumen dan pertanyaan Anda terorganisir sebelum konsultasi.