Lewati ke konten utama

Diagnostik

Pemeriksaan diagnostik onkologi

29 pemeriksaan dijelaskan beserta tujuan, cara pelaksanaan, perkiraan waktu hasil, dan keterbatasannya.

Ilustrasi peninjauan citra medis dan laporan patologi di meja kerja

Patologi

5 pemeriksaan

  • Biopsi jaringan tumor

    Pengambilan sampel jaringan tumor untuk memastikan diagnosis dan menjadi bahan pemeriksaan lanjutan.

    Jenis sampel: Jaringan tumor (blok parafin atau jaringan segar)

  • Imunohistokimia (IHC)

    Pemeriksaan yang menggunakan antibodi untuk menandai protein tertentu pada jaringan tumor.

    Penanda: CD20, CD30, CD19, HER2, PD-L1, NTRK

  • Imunohistokimia MMR

    Pemeriksaan empat protein perbaikan DNA untuk menilai status dMMR.

    Penanda: MSI / MMR

  • Biopsi dan aspirasi sumsum tulang

    Pengambilan sampel sumsum tulang untuk menilai sel plasma dan kondisi produksi darah.

    Jenis sampel: Sumsum tulang

  • Biopsi payudara berpanduan pencitraan

    Pengambilan sampel jaringan payudara dengan panduan ultrasound atau rontgen untuk memastikan diagnosis.

    Penanda: HER2, BRCA1 / BRCA2, PD-L1

Molekuler

12 pemeriksaan

  • FISH (hibridisasi in situ fluoresens)

    Pemeriksaan yang mendeteksi perubahan jumlah atau susunan materi genetik pada sel tumor.

    Penanda: ALK, ROS1, RET, HER2, MET, NTRK

  • Sekuensing generasi berikutnya (NGS)

    Pemeriksaan yang membaca banyak gen sekaligus dari satu sampel tumor untuk menemukan perubahan yang dapat ditindaklanjuti.

    Penanda: EGFR, ALK, ROS1, KRAS, MET, RET, BRAF, HER2, NTRK, MSI / MMR

  • Biopsi cair (ctDNA)

    Pemeriksaan darah yang mencari materi genetik tumor untuk melengkapi atau menggantikan sebagian pemeriksaan jaringan.

    Penanda: EGFR, ALK, KRAS, MET

  • PCR EGFR

    Pemeriksaan terarah untuk mencari perubahan spesifik pada gen EGFR.

    Penanda: EGFR

  • PCR KRAS

    Pemeriksaan terarah untuk perubahan spesifik pada gen KRAS.

    Penanda: KRAS

  • PCR BRAF

    Pemeriksaan terarah untuk perubahan pada gen BRAF.

    Penanda: BRAF

  • Imunohistokimia ALK

    Pemeriksaan pewarnaan untuk mendeteksi protein ALK pada jaringan tumor.

    Penanda: ALK

  • PCR MSI

    Pemeriksaan molekuler untuk menilai instabilitas mikrosatelit.

    Penanda: MSI / MMR

  • Imunohistokimia PD-L1

    Pemeriksaan pewarnaan untuk menilai ekspresi PD-L1 dan skornya.

    Penanda: PD-L1

  • Imunohistokimia CLDN18.2

    Pemeriksaan pewarnaan untuk menilai ekspresi CLDN18.2 pada kanker lambung.

    Penanda: CLDN18.2

  • FISH panel multiple myeloma

    Pemeriksaan sitogenetik untuk mendeteksi perubahan kromosom yang berkaitan dengan risiko pada multiple myeloma.

    Penanda: Del(17p) / TP53

  • PCR BCR-ABL

    Pemeriksaan molekuler yang mengukur keberadaan transkrip BCR-ABL dan memantau respons terapi pada leukemia tertentu.

    Penanda: BCR-ABL

Laboratorium

2 pemeriksaan

  • Flow cytometry

    Pemeriksaan yang mengukur penanda permukaan sel dalam jumlah besar secara cepat.

    Penanda: CD19, CD20

  • Pemeriksaan laboratorium darah

    Pemeriksaan darah rutin untuk menilai kondisi umum, fungsi organ, dan penanda tertentu.

    Jenis sampel: Darah

Pencitraan

5 pemeriksaan

  • PET-CT

    Pemeriksaan pencitraan gabungan yang menunjukkan aktivitas metabolik dan letak anatomis.

    Jenis sampel: Tidak invasif (injeksi pelacak)

  • CT scan

    Pencitraan potong lintang untuk menilai ukuran dan letak tumor serta organ sekitarnya.

    Jenis sampel: Tidak invasif

  • MRI

    Pencitraan dengan medan magnet yang unggul untuk menilai jaringan lunak, otak, dan tulang belakang.

    Jenis sampel: Tidak invasif

  • Ultrasound abdomen

    Pemeriksaan pencitraan dengan gelombang suara untuk menilai hati, saluran empedu, pankreas, dan organ perut lainnya.

    Jenis sampel: Tidak invasif

  • Mamografi

    Pemeriksaan rontgen khusus payudara untuk menemukan kelainan yang belum teraba.

    Penanda: HER2

Endoskopi

3 pemeriksaan

  • Endoskopi saluran cerna atas (EGD)

    Pemeriksaan dengan kamera fleksibel untuk melihat langsung dinding kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari.

    Jenis sampel: Jaringan lambung

  • USG endoskopi (EUS)

    Endoskopi dengan probe ultrasound untuk menilai kedalaman dan kelenjar sekitar saluran cerna.

    Jenis sampel: Tidak invasif dengan kemungkinan biopsi

  • Kolonoskopi

    Pemeriksaan dengan kamera fleksibel untuk melihat seluruh usus besar dan mengambil sampel jaringan bila ditemukan kelainan.

    Jenis sampel: Jaringan usus besar

Fungsional

2 pemeriksaan

  • Ekokardiografi

    Pemeriksaan ultrasound jantung untuk menilai fungsi pompa sebelum dan selama terapi tertentu.

    Jenis sampel: Tidak invasif

  • Spirometri (fungsi paru)

    Pemeriksaan fungsi paru untuk menilai kemampuan bernapas sebelum tindakan tertentu.

    Jenis sampel: Tidak invasif

Bukan diagnosis atau rekomendasi medis final. Perlu ditinjau dokter.